Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2024

Cendono, Sekali Lagi

Untuk kedua kali aku kembali mengunjungi Cendono. Sebuah nama bukit yang berada di wilayah Pacet bagian Barat, bukit yang bisa dibilang baru dibuka untuk jalur pendakian, yakni kurang lebih satu tahun belakang. Pada pendakian pertama, yaitu satu tahun yang lalu ketika rute baru saja di buka, aku terlalu meremehkan pendakian itu. Pikirku, Cendono hanyalah bukit baru yang tak terlalu tinggi dan cocok untukku yang tak punya pengalaman mendaki gunung sebelumnya, pastilah mirip seperti naik ke puncak Kraprak tempo dulu. Melelahkan, namun masih bisa dicapai.  Akan tetapi aku salah, meski hanya bukit, mendaki tetaplah mendaki. Dan kurasa tak perlu kujelaskan lebih rinci. Lalu di pendakian kedua ini aku sama sekali tak berani meremehkan, dalam perjalanan ke rumah rekan pendakian (Sekar) aku telah menyiapkan diri untuk tersiksa atas kelelahan nanti. Namun sudah kuputuskan, bagaimana pun juga kita harus bisa sampai puncak. Perjalanan pun dimulai dengan aku menjemputnya. Sembari...

Sebuah Pengakuan Untuk Rumah Sakit Terakhir - Cerpen

Saya yang membunuh puluhan orang ketika selimut malam sudah menutupi seluruh bagian kota. Katanya membuat pengakuan dengan tulisan akan mempermudah kejujuran mengalir begitu saja. Karena itulah saya ingin mencobanya, dan melihat seberapa jauh tulisan ini mampu bercerita.  Di sebuah tempat bernama Rumah Sakit Terakhir itulah kejadian mengerikan ini terjadi. Sungguh, entah apa yang ada di dalam akal pikiran saya ketika memutuskan untuk membunuh semua orang yang ada di dalamnya. Pastilah kesadaran saya sedang bermasalah sebab sudah mengambil tindakan yang telah dipendam selama hampir 1 minggu belakangan.  Pada akhirnya imajinasi itu tertuang juga, saya tidak sanggup lagi untuk memendam lebih lama perasaan memuakkan dengan orang-orang yang ada di dalamnya. Di sana, mereka semua, ialah sekumpulan manusia dungu yang hanya peduli pada kehormatan dan menginginkan pujian orang lain demi supaya egonya bisa terisi. Mereka membayar mahal untuk mendapatkan itu, benar-benar maha...