Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2024

Nirwana - Puisi

  Puisi dari beberapa masa. Nirwana Pak, betulkah nirwana itu memang nyata? Bukan sekedar dongeng ataupun fiksi belaka, di tengah kemalangan hidup manusia Ketika mereka dilanda nestapa paling hina Atau ketika mereka merasa gagal sebagai manusia.   Jujur saja aku sedang gundah, bagaimana jika dia benar Bagaimana jika tak ada yang namanya nirwana, semua hanya dongeng lama yang dibuat agar kemalangan terus berjalan dan manusia, dengan lugunya percaya.  - 5 Januari 2025 Alai-belai Napas tersendat-sendat, agaknya dia sedang sekarat hebat. Pagi, siang, dan sore; tak ada umat dapat lihat Memang siapa dia? Tak layak merasa amat Lagi, air mata keluar sembunyi-sembunyi Tutur adati; dunia tak menerima rengekanmu ini! Bahkan tak paham apa yang kau tangisi Aduhai tuan, dunia sekarang memang benar terkena alai-belai Maka bisakah dia bertahan melawan paksaan? Berkomproni atas absonan? Bersabar atas adegan demi adegan? Atau justru malah terba...

Binatang Seks di Sepanjang Zaman

"Mungkin akan menarik jika hasrat seks memang bisa dihilangkan"      Agaknya tulisan Leo Tolstoy dalam bukunya “The Kreutzer Sonata” yang menyindir tentang seks bisa menggiring manusia bersikap layaknya binatang memang benar adanya. Buku yang sudah ada sejak 1889 itu seolah memberi peringatan bahwa nafsu seks membuat pengikutnya berubah menjadi binatang menjijikkan. Tak penting apakah pernyataan itu diamini oleh semua orang. Sebab nyatanya, fenomena manusia binatang memang ada di mana-mana, bahkan di setiap zaman.      Mungkin akan menarik jika hasrat seks memang bisa dihilangkan. Tolstoy membayangkan itu di saat orang-orang sekelilingnya hanya memikirkan soal hubungan badan. Tak penting apakah terikat dengan pernikahan atau tidak, panggilan hasrat tak pernah bisa ditolak. Bayangkan betapa hebatnya seks menjadi pusat kehidupan Rusia di-eranya. Itulah alasan muncul keresahan yang berbuah tulisan dari Tolstoy.      Keresahan yang me...