Puisi Pagelaran Maka di saat-saat seperti ini, apa sebenarnya yang diharapkan? Kesadaran bahwa pagi selalu datang, menyosong malam? Nyatanya dunia telah berputar, perubahan datang bersamaan Orang-orang datang bergantian, berdesak memaksa ruang Bisa jadi kesadaran memang benar rupa tantangan Tak heran pagelaran mesti diadakan Setiap malam Sendirian. Kesombongan Yang kontras saling bertabrakan; lalu perlahan memberikan pelajaran Katanya, Ia tak suka pada kesombongan, apapun warna rupa Bahkan pada bunga-bungan di taman yang mengaku paling indah, meski benar adanya Atau pada kepandaian segerombolan serigala yang senantiasa menjaga zona mereka Atau juga pada keberanian yang tak bisa dimiliki oleh semua orang Tetap saja, bagi-Nya kesombongan ialah begitu adanya Datang dengan lembut, lalu menyeruak sampai ke luar.