Foto by pinterest Aku menatap sendu kearah hujan yang turun di balik kaca jendela. Melihat dirimu yang seolah menari di sana, dan membayangkan diriku yang tertawa bahagia melihatnya. Apakah kau masih ingat, Kayra? Dulu kau berkata akan selalu mengajakku bermain hujan, jika hujan turun di hadapanmu. Lantas lihatlah sekarang, Kayra. Hujan turun di hadapanku namun terlihat dengan matamu. Bukankah itu berarti hujan turun di hadapanmu? Lalu mengapa kau tidak mengajakku bermain hujan? Aku mohon kembalilah. Aku sangat merindukanmu. Jika saja kesempatan menghampiriku untuk bisa bicara padamu. Pertama aku akan memarahimu! Lalu menanyakan, "Mengapa kau lakukan ini semua padaku? Namun sebelum menanyakan itu, aku akan menceritakan pada semua tentang pengorbananmu. Agar dunia tau dan berpikir sama denganku, bahwasanya hidupmu lebih penting dari hanya sepasang bola mataku ini. Pagi itu kau berkata padaku bahwa siang nanti kita akan memilih gaun pengantin, ya, kit...