Postingan ini mengalami keterlambatan. Seketika tubuhku terpaku mendengar kalimat yang terlontar dari mulut Hikaru. "Apa maksudmu memperhatikanku?" Hikaru tak langsung membalas pertanyaanku. Dia tersenyum, kusadari ia sangat sering tersenyum padaku. "Tidak. Bukan apa-apa." Aku mengerutkan dahi, apa maksudnya bukan apa-apa? Aku tak ingin memikirkannya lebih lama, kembali kulanjutkan memakan ramen yang ku punya. Meskipun aku tidak melihatnya secara langsung tapi aku bisa merasakan Hikaru terus saja menatap ke arahku. Sesekali aku membalas tatapannya dan dia hanya tersenyum. Seakan ada yang aneh, kami baru bertemu kemarin akan tetapi terasa sudah kenal sejak lama. Hikaru selalu saja bisa membuka obrolan yang menarik bagiku, seakan dia tau apa yang membuatku tertarik. Dia tiba-tiba beranjak, lalu kemudian kembali dengan membawa segelas Aojiru. Hikaru menyerahkannya padaku, sungguh aku tekejut, mulutku sampai terbuka. "Bagaimana bisa kamu mendapatkan minuman in...