Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2024

Dipleset-plesetkan! Menyambut Prabowo-Gibran

Saya rasa sudah tidak asing lagi tentang program mulia yang diusung oleh Prabowo Gibran jelang pemilu kemarin tentang makan siang gratis. Program itu ramai di perbincangkan sampai sekarang, dan yang berkembang sekarang adalah pengadaan opsi susu ikan pelengkap program makan siang gratis. Mendengar sebutan itu saya sedikit tergelitik, coba pikirkan, susu , ikan . Mengapa disebut demikian? apakah ada cairan susu di ikan? Sebab jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) susu ialah organ tubuh yang terletak di bagian dada yang mengeluarkan cairan putih sebagai sumber makanan bagi anaknya. Ahli gizi Rita Ramayulis mengatakan kalau sebutan susu ikan tidak enak didengar karena itu memang bukan susu. Lebih tepat jika disebut ekstrak atau sari ikan karena proses pengolahannya berbeda. Susu adalah makanan real food yang didapat langsung dari sumber tanpa melalui proses ultra (perubahan bentuk). Sedangkan susu ikan menggunakan proses ultra dari mulai pemisahan ikan bagian ...

Perempuan Agak Lain

Suara motor lalu-lalang melewati warung makan sebelah jalan. Melihat matahari yang sudah mengarah ke Barat sepertinya menjadi alasan banyak kendaraan yang lewat. Mahasiswa sudah mulai ramai keluar dari gerbang, warung makan ini pun silih berganti kedatangan pembeli, yang kebanyakan dari mereka membeli ayam geprek dengan gratis es teh (jika makan di tempat), menu andalan saya sejak awal warung makan ini dibuka, mungkin sekitar setengah tahun yang lalu. Pun tak jarang ketika selesai kuliah saya mampir ke sini seorang diri.  Akan tetapi kali ini berbeda, seorang perempuan duduk di samping saya dengan memesan menu yang sama. Sesaat kita saling diam menikmati makanan masing-masing.  Sekilas bagi yang belum mengenal, wajah perempuan itu terkesan judes, tak ramah. Namun setelah mengobrol dengannya, barulah tau bahwa wajahnya tak selalu menggambarkan persis seperti karakter yang dia punya. Dia tetap merespon ketika ditanya, meskipun terkadang hanya dengan satu sampai dua kata. Berhubu...

Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur! (Resensi Buku)

Judul buku: Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur!  Tahun terbit: Oktober 2003 (Cetakan 1) Penerbit: ScriPtaManent Penulis: Muhidin M. Dahlan Jumlah: 318 halaman Bagaimana cara saya memberi gambaran jelas tanpa anda membaca bukunya? Kiran, tokoh utama yang diawal cerita bertemu dengan sahabat lama ketika masih di pondok lalu menyeret dan melakukan pengakuan bahwa sekarang ia adalah seorang pelacur, tubuhnya sudah di jamah oleh banyak lelaki diluaran sana. Mendengar itu sahabatnya terkejut, apa yang dialami Kiran selama ini hingga berani berbuat dan berkata semacam itu?  Begitulah kiranya prolog buku ini dimulai. Dulu ketika dipondok, Kiran dikenal sebagai perempuan yang taat pada perintah agama. Kiran selalu bersama dengan sahabatnya, keduanya haus akan ilmu agama dan ibadah, forum-forum islami pun diikuti agar dahaganya terisi. Hingga suatu ketika, Kiran ditinggal oleh sahabatnya. Dari situ mulailah kesendirian membuatnya bergejolak, tak ada lagi yang bisa diajak berdiskusi, ...