Saya rasa sudah tidak asing lagi tentang program mulia yang diusung oleh Prabowo Gibran jelang pemilu kemarin tentang makan siang gratis. Program itu ramai di perbincangkan sampai sekarang, dan yang berkembang sekarang adalah pengadaan opsi susu ikan pelengkap program makan siang gratis. Mendengar sebutan itu saya sedikit tergelitik, coba pikirkan, susu, ikan. Mengapa disebut demikian? apakah ada cairan susu di ikan? Sebab jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) susu ialah organ tubuh yang terletak di bagian dada yang mengeluarkan cairan putih sebagai sumber makanan bagi anaknya.
Ahli gizi Rita Ramayulis mengatakan kalau sebutan susu ikan tidak enak didengar karena itu memang bukan susu. Lebih tepat jika disebut ekstrak atau sari ikan karena proses pengolahannya berbeda. Susu adalah makanan real food yang didapat langsung dari sumber tanpa melalui proses ultra (perubahan bentuk). Sedangkan susu ikan menggunakan proses ultra dari mulai pemisahan ikan bagian dalam, kemudian di masukkan ke dalam mesin pemisah protein ikan yakni hidrolisat. Setelah itu mulai keluar cairan kecokelatan yang akan menjadi cikal bakal bubuk susu sebelum di proses lagi menggunakan alat feed tank spray dryer. Di dalam alat tersebut diberikan zat-zat tambahan agar dapat menyerupai serbuk susu. Alhasil susu ikan yang mau dipakai untuk program bukanlah masuk kategori susu, itu hanya pelengkap makanan dari sari ikan yang sudah melalui proses ultra.
Masih tidak tau pasti apakah opsi ini akan menjadi pilihan, bisa saja selang beberapa waktu ke depan mereka menemukan inovasi baru yang lebih luar biasa, susu tempe misalnya. Sebab pemerintah kita memang luar biasa kreatif untuk menciptakan perbandingan-perbandingan yang lebih murah.
Namun yang membuat saya khawatir adalah masyarakat tak paham tentang permainan yang sedang dimainkan. Sudah berapa banyak kali mereka ditipu oleh pemerintah yang seharusnya memberikan hak secara benar tapi malah dipleset-plesetkan. Sampai terkadang membuat saya curiga kalau sebenarnya sekarang ini pemerintah tidak benar-benar ingin rakyatnya cerdas. Sebab jika cerdas, nanti tidak bisa dikibuli lagi.
Komentar
Posting Komentar