Judul Novel : Pulang
Penulis : Leila S. Chudori
Tahun terbit : Desember 2012
Penerbit : KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
ISBN : 978-602-424-275-6
Jumlah halaman : 461
Novel ini menceritakan tentang sosok Dimas dan rekan-rekannya yang diburu oleh pemerintah karena diduga bergabung dalam paham komunis PKI. Selama pengejaran itu Dimas berada di luar negeri hingga akhirnya berdiam diri di Paris. Di sana ia bertemu dengan Vivienne, perempuan cantik yang memiliki bola mata hijau. Keduanya menikah lalu melahirkan sosok perempuan cantik yang bernama Lintang Utara. Kelak, Lintang yang akan berkunjung ke Indonesia untuk membuat film dokumenter tentang sejarah ayahnya. Dan saat itulah Lintang memahami apa yang selama ini dialami oleh ayahnya. Ketika itu, ia akhirnya mengetahui puzzle sejarah yang selama ini ditutupi oleh Dimas, ayahnya.
***
Leila lahir pada 12 Desember 1962. Beliau adalah salah satu sastrawan yang mengawali debutnya sejak anak-anak. Karya terkenalnya adalah Pulang dan Laut Bercerita. Namun akhir-akhir ini Leila baru saja menerbitkan buku baru yang berjudul Namaku Alam. Buku itu langsung melejit saat baru saja dirilis.
Saya duduk di bangku SMA saat pertama kali membaca buku Leila S. Chudori. Buku itu berjudul Laut Bercerita yang mengangkat tema sama yaitu PKI dan reformasi di Indonesia.
Setelah membaca buku kedua ini saya menyadari beberapa hal yang menjadi ciri khas Leila, salah satunya ialah mengambil sejarah Indonesia sebagai tema yang diangkat serta perjuangan para aktivis di dalamnya.
Di dalam bukunya ia sering menuliskan nama Karl Marx dan Friedrich Engels sebagai tokoh penggagas paham komunisme di dunia. Namun dia tidak berfokus pada pemikiran kedua tokoh tersebut dalam buku-bukunya, melainkan keadaan para penganut paham komunis di Indonesia yang telah mengalami banyak tragedi.
Leila ingin menunjukkan sisi lain dari sejarah Indonesia yang selama ini tidak ditunjukkan di muka umum. Dengan membaca buku ini setidaknya bisa membuka pemikiran mereka tentang bagaimana sebenarnya Indonesia itu tumbuh, sejarah apa saja yang telah dialami negara ini.
Oleh karena itulah karya-karyanya sering mendapatkan penghargaan. Buku ini pun menjadi pemenang Khatulistiwa Literary Award 2013.
Komentar
Posting Komentar