Langsung ke konten utama

Sebuah Film - Nice View

Sudah lama saya tidak menulis tentang movie.

Kali ini saya kembali membahas tentang sebuah film, yang di mana menjadi tujuan awal blog ini dibuat. Semoga film ini bisa masuk ke dalam daftar list anda.

Film ini berdurasi 1 jam 46 menit yang dibintangi oleh Jackson Yie sebagai Jing Hao. Dirilis pada 1 Februari 2022 dan berhasil mendapatkan penilaian baik dari para penonton. Film ini disutradarai oleh Wen Muye. Seorang sutradara berbakat asal Tiongkok.

Dari mulai pengambilan gambar, dialog, hingga alurnya disusun dengan sangat epik dan harmonis sehingga satu jam itu terasa sebentar. 

Entah kenapa dari banyaknya film yang saya tonton film ini memberi kesan yang berbeda. Nice View mengisahkan seorang lelaki muda yang berjuang mencari uang untuk biaya operasi adiknya. Dia bekerja dengan gigih dan tekun. Dia berhenti kuliah setelah ibunya meninggal, kemudian mendirikan sebuah usaha kecil di bidang elektronik yang ia beri nama Nice View.

Meski mengalami banyak kegagalan dan rasa sakit, itu tidak membuatnya menyerah. Jing Hao ingin produknya bisa diterima di sebuah perusahaan besar agar bisa mendapatkan banyak uang untuk operasi adiknya. Sehingga dengan modal kecil dia memulai bisnis yang penuh resiko. 

Saya rasa film ini sangat bagus ditonton jika anda mempunyai waktu senggang. Sang sutradara Wen Muye berhasil menunjukkan nilai moral yang ingin dia sampaikan dengan implementasi yang begitu jelas. Sehingga saya masih terus memikirkan film ini setelah beberapa jam selesai menonton. 



Di salah satu adegan ada sebuah dialog yang diucapkan oleh rekan Jin Hao padanya saat tengah membersihkan tempat baru untuk memproduksi produk mereka. Kalimat itu seakan menancap di ingatan saya. Dialog itu juga akan menjadi penutup bagi review film kali ini.

Bunyinya seperti ini;

"Aku teringat sebuah pepatah."

"Sesuatu selalu tampak mustahil sebelum dilakukan."

"Hanya butuh seseorang untuk melakukannya."



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Takdir dan Free Will

Antara takdir dan free will (kehendak bebas) manusia. Saya sering bergelut tentang pembahasan takdir dan kehendak. Kadang sulit membedakan mana yang bisa saya ubah atau yang memang ini adalah takdir saya. Mungkin hal ini tidak hanya saya saja yang merasakan, barangkali anda juga. Maka hari ini, saya ingin membuang sampah dari hasil penangkapan saya saat sesi sinau dewe yang saya buat. Entah anda setuju dengan hal ini atau tidak, cukup anda baca saja. Ketika saya mendengar diskusi yang dilakukan oleh mas Sabrang, dalam hati saya berkata, “kok bener” tentang penjabaran yang dijelaskan. Jadi bisa dibilang, saya juga turut menjiplak dari apa yang disampaikan oleh beliau. Tentang takdir dan free will . Apa yang membedakannya? Apa gunanya free will jika takdir manusia sudah ditentukan oleh Tuhan bahkan sejak sebelum kelahirannya di dunia? Ini mungkin akan terdengar sederhana, bahwa takdir adalah ketentuan yang diberikan Tuhan dan tidak bisa dirubah oleh manusia. Jika anda terlah...

Nada Sumbang

  Tulisan ini akan saya buka dengan kalimat orang lain. Semakin kau mengenalku, maka semakin banyak kekuranganku yang kau lihat. Oleh sebab itu turunkanlah ekspektasimu tentang diriku. Aku hanya ragu saat kau melihatku, justru kau akan berkata, "kenapa kau begitu?", memangnya kau berharap aku ini apa? Aku tidak sebaik seperti apa yang kau ucapkan, tapi aku juga tidak seburuk apa yang terlintas dihatimu. (Ali bin Abi Thalib) Saya hanya ingin mengabadikan tulisan itu, karena memang cocok diingat juga dibaca lagi dan lagi. Bahkan meskipun saya tidak tahu akan membahas topik apa yang berhubungan. Tapi ya sudahlah, mari ditulis dulu saja. Saya pernah mendengar ucapan dari salah seorang yang cukup saya amini perkataan dan akhlaknya. Kalau kita sekarang ini sedang melakukan perjalanan panjang layaknya lari maraton, semenjak dari kandungan hingga nanti bertemu kembali dengan Tuhan Maha Esa. Selayaknya melakukan maraton, kita harus tau bagaimana mengatur irama, tempo, strategi, agar t...

Logoterapi

Was Du erlebst, kann keine Macht der Welt Dir rauben (Tidak ada satu kekuatan pun di bumi ini yang bisa merampas darimu pengalaman hidup yang sudah kamu jalani). Pada tahun 1942, Viktor E. Frankl ditangkap dan dimasukkan ke dalam kamp konsentrasi Nazi. Sebuah penangkapan massal yang dikenal karena peristiwa genosidanya terhadap jutaan kaum Yahudi di Jerman. Sebelum ditangkap, Viktor sebelumnya adalah seorang Psikiater dari Wina, ia kemudian menerbitkan buku “Man’s Search For Meaning” untuk pertama kali pada 1946 dengan nama anonim setelah terbebas dari kamp. Di dalam bukunya, “Man’s Search For Meaning” Viktor membahas tentang teori logoterapi yang dia ciptakan sendiri. Sebuah kata yang diambil dari Bahasa Yunani yakni logos, yang berarti “makna”. Sesuai dengan artinya, logoterapis memusatkan pada pencarian makna hidup manusia. Hal itu juga berdasarkan pengalaman nyata yang dia alami selama dalam masa tahanan Nazi. Di mana Viktor membaginya dalam tiga tahapan. Pertama saat jiwan...