Langsung ke konten utama

Tragedi Pembelajaran


Ah, rasanya bahkan sejak sebelum kaki menginjak di pulau Madura sudah banyak yang mengatakan bahwa pencurian di sana masih merajalela. Apalagi di daerah sekitar kampus Negeri satu-satunya di daerah itu, pencurian sepeda motor seakan menjadi tragedi yang sudah biasa di dengar. Merasa acuh jika itu bukan sepeda motor pribadi ataupun kaum kerabat, teman, pun kenalan. Namun menjadi tragedi mengerikan jika menimpa dirinya sendiri.

Barangkali kami menyepelekan peringatan itu.

Peringatan dari pengalaman korban pencurian di kosan maupun parkiran. Kami masih merasa aman, damai, dan tentram. Hingga perasaan apatis tanpa sadar sudah menghuni akal pikiran.

Sehingga kami dengan tenang membuka tutup pintu gerbang tanpa rasa was-was. Jarang terkunci dengan benar karena kemarin-kemarin tidak terjadi apa-apa saat pintu masih terbuka. 

Pintu terbuka lebar-lebar, para pencuri kembali menemukan ladang penghasilan. 

Alhasil kejadian ini pun terjadi juga. Berkah untuk para pengambil, petaka bagi yang kepunyaannya diambil.

Pagi tadi keriuhan sudah pasti terjadi ketika menyadari salah satu sepeda motor menghilang tanpa jejak. Saya hanya menyimak obrolan grub di kosan, kemudian terperangah saat video cctv muncul dengan keterangan. Dicuri pukul setengah tujuh (malam).

Saya terkejut tapi anehnya tidak sampai dua menit, setelahnya merasa kasihan pada korban juga sampai dua menit. Hanya rasa penasaran yang masih tertinggal perihal bagaimana sekarang tindakan yang akan diambil. Apakah pemilik kos sudah melapor ke pihak polisi? 

Apakah pemilik sepeda motor sudah melapor? Atau jangan-jangan pemilik masih belum melakukan tindakan apa-apa sebab masih meratapi kemalangan yang ditimpanya?

Jawaban dari pertanyaan itu belum saya dapatkan. Tetapi perihal apakah tragedi ini membawa dampak kedepannya maka sudah pasti iya. 

Para penghuni ramai-ramai menyalahkan penghuni lain yang tidak langsung mengunci pintu sehabis keluar. Seakan-akan mereka tidak pernah melakukan itu sama sekali. Seketika pula ketikan mereka menjadi sangat bijak, petuah-petuah tertulis pada pesan yang dikirim. Seperti kedepannya jam malam akan berlaku, gerbang akan selalu ditutup, dan lain sebagainya.

Tragedi ini rupanya menghancurkan keapatisan mereka. Mereka takut kehilangan itu menimpa dirinya. Saya sedikit tergelitik, barangkali saja jika saya membawa sepeda motor akan merasakan hal sama.

Atau tetap biasa saja. 

Entahlah.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Takdir dan Free Will

Antara takdir dan free will (kehendak bebas) manusia. Saya sering bergelut tentang pembahasan takdir dan kehendak. Kadang sulit membedakan mana yang bisa saya ubah atau yang memang ini adalah takdir saya. Mungkin hal ini tidak hanya saya saja yang merasakan, barangkali anda juga. Maka hari ini, saya ingin membuang sampah dari hasil penangkapan saya saat sesi sinau dewe yang saya buat. Entah anda setuju dengan hal ini atau tidak, cukup anda baca saja. Ketika saya mendengar diskusi yang dilakukan oleh mas Sabrang, dalam hati saya berkata, “kok bener” tentang penjabaran yang dijelaskan. Jadi bisa dibilang, saya juga turut menjiplak dari apa yang disampaikan oleh beliau. Tentang takdir dan free will . Apa yang membedakannya? Apa gunanya free will jika takdir manusia sudah ditentukan oleh Tuhan bahkan sejak sebelum kelahirannya di dunia? Ini mungkin akan terdengar sederhana, bahwa takdir adalah ketentuan yang diberikan Tuhan dan tidak bisa dirubah oleh manusia. Jika anda terlah...

Nada Sumbang

  Tulisan ini akan saya buka dengan kalimat orang lain. Semakin kau mengenalku, maka semakin banyak kekuranganku yang kau lihat. Oleh sebab itu turunkanlah ekspektasimu tentang diriku. Aku hanya ragu saat kau melihatku, justru kau akan berkata, "kenapa kau begitu?", memangnya kau berharap aku ini apa? Aku tidak sebaik seperti apa yang kau ucapkan, tapi aku juga tidak seburuk apa yang terlintas dihatimu. (Ali bin Abi Thalib) Saya hanya ingin mengabadikan tulisan itu, karena memang cocok diingat juga dibaca lagi dan lagi. Bahkan meskipun saya tidak tahu akan membahas topik apa yang berhubungan. Tapi ya sudahlah, mari ditulis dulu saja. Saya pernah mendengar ucapan dari salah seorang yang cukup saya amini perkataan dan akhlaknya. Kalau kita sekarang ini sedang melakukan perjalanan panjang layaknya lari maraton, semenjak dari kandungan hingga nanti bertemu kembali dengan Tuhan Maha Esa. Selayaknya melakukan maraton, kita harus tau bagaimana mengatur irama, tempo, strategi, agar t...

Logoterapi

Was Du erlebst, kann keine Macht der Welt Dir rauben (Tidak ada satu kekuatan pun di bumi ini yang bisa merampas darimu pengalaman hidup yang sudah kamu jalani). Pada tahun 1942, Viktor E. Frankl ditangkap dan dimasukkan ke dalam kamp konsentrasi Nazi. Sebuah penangkapan massal yang dikenal karena peristiwa genosidanya terhadap jutaan kaum Yahudi di Jerman. Sebelum ditangkap, Viktor sebelumnya adalah seorang Psikiater dari Wina, ia kemudian menerbitkan buku “Man’s Search For Meaning” untuk pertama kali pada 1946 dengan nama anonim setelah terbebas dari kamp. Di dalam bukunya, “Man’s Search For Meaning” Viktor membahas tentang teori logoterapi yang dia ciptakan sendiri. Sebuah kata yang diambil dari Bahasa Yunani yakni logos, yang berarti “makna”. Sesuai dengan artinya, logoterapis memusatkan pada pencarian makna hidup manusia. Hal itu juga berdasarkan pengalaman nyata yang dia alami selama dalam masa tahanan Nazi. Di mana Viktor membaginya dalam tiga tahapan. Pertama saat jiwan...