"Biarkan", itu mungkin adalah kalimat yang tidak dipergunakan dalam sistem pendidikan di Indonesia. Mereka yang dibiarkan terkesan memiliki penilaian buruk oleh guru sehingga tak lagi mendapatkan atensi. Sedangkan yang patuh pada sistem, pada apa yang diinginkan oknum pengajar secara personal akan mendapat penilaian yang baik.
Bahkan gurupun seolah memiliki kemampuan membaca masa depan sehingga dengan yakin melabeli siapa siswa yang sukses dan gagal dalam hidupnya kelak. Padahal perjalanan hidup begitu panjang dan begitu abstrak untuk disebut telah mengalami kesuksesan dan kegagalan.
Seringkali yang sering tidur di kelas akan mendapat penilaian bahwa ia tak akan mengerti materi. Tidur seakan menjadi hal buruk jika diberengi dengan pemberian ilmu. Padahal tidur siang mampu meningkatkan kemampuan otak dalam mengolah serta mengingat hal-hal yang baru dipelajari.
Guru tak pernah tau apa isi jiwa setiap murid. Sehingga tak salah jika mereka menilai dari luar diri.
Kebanyakan mereka mengamini yang tertinggal oleh sistem akan mendapat kegagalan, sedangkan kemujuran bagi mereka yang berhasil menuntaskan dengan baik.
Sehingga saya meyakini perihal kalimat yang mengatakan bahwa, tidak ada orang bodoh, mereka mungkin hanya salah menaruh bakat.
Komentar
Posting Komentar