Langsung ke konten utama

Ambisi Sang Kapitalis - Resensi The Great Gatsby


Judul                     : The Great Gatsby 

Penulis                  : F. Scott Fitzgerald 

Tahun terbit          : 1925 (terbitan pertama di Amerika) 
                                 2014 (terbit di Indonesia)

Jumlah halaman  : 262

Negara asal          : Amerika

ISBN                      : 978 - 602 - 03 - 0880 - 7



Novel 

         Kenakanlah topi emas, jika itu akan memikatnya; 
jika kau bisa melompat tinggi, melompatlah untuknya juga,
Hingga dia memekik, "Kekasih yang bertopi emas, yang melompat tinggi,
         Aku harus memilikimu!" 
     - Thomas Parke

Nick Carraway tidak bisa melupakan peristiwa yang dialaminya selama musim panas di West Egg, Amerika, tahun 1925. Nick baru pindah ke lingkungan yang terpandang, dan sepupunya Daisy talah menikah dengan orang kaya di seberang pulau West Egg. Suatu ketika, ia mendapatkan undangan dari tetangga di samping kanan rumah Nick. Sebuah bangunan gedung kolosal megah yang terdapat menara di salah satu sisinya. Setiap akhir minggu, rumah itu selalu mengadakan pesta besar yang terbuka untuk semua orang. Tidak perlu undangan untuk bisa mengikuti pesta mewah tersebut. Anehnya, Nick mendapatkan undangan langsung dari pemilik rumah, yakni Gatsby.

Nick belum pernah bertemu dengan Gatsby, dalam pikiran Nick, dia membayangkan Gatsby adalah laki-laki tua dengan tubuh gempal. Tetapi, Nick sedikit terkejut saat mengetahui Gatsby adalah lelaki muda. 

Dari pertemuan itu Nick mengetahui bahwa selama ini Gatsby ingin bertemu dengan Daisy, mantan kekasihnya yang sudah berpisah selama hampir 5 tahun. Gatsby meminta bantuan agar Nick mengundang Daisy untuk minum teh di rumah Nick tanpa mengatakan bahwa Gatsby akan ikut bersama. Gatsby juga menceritakan tentang asal usul kekayaannya. Di awal, Gatsby menceritakan bahwa dia adalah anak tunggal dari orang tua kaya raya yang telah meninggal. Gatsby juga pernah belajar di Oxford, dia memiliki segudang pengalaman layaknya anak dari keluarga konglomerat. 

Tapi, anehnya Nick merasa kurang percaya dengan semua perkataan Gatsby. Hingga setelahnya, Gatsby menceritakan kisah hidup aslinya kepada Nick bahwa Gatsby berasal dari keluarga yang sangat miskin namun memiliki ambisi besar. Dia meninggalkan Daisy untuk bisa mencapai kekayaan yang dia miliki sekarang. Semua ini hanyalah usaha Gatsby untuk mencapai ambisi terbesarnya. Yakni Daisy. Hingga akhirnya dia menjadi mafia seperti sekarang.

Perjamuan teh pun dilakukan, di sana Daisy tidak menyangka akan bertemu dengan Gatsby, mantan kekasihnya. Setelah pertemuan itu keduanya menjalani hubungan asmara. Selama beberapa saat mereka diam-diam menjalin hubungannya. Hingga suatu ketika, Gatsby menyuruh Daisy agar mengatakan pada Tom, suaminya, bahwa selama ini Daisy tidak pernah mencintai Tom. Daisy melakukan apa yang di minta oleh Gatsby, namun, Daisy mengatakan hal lain bahwa tidak mungkin selama bertahun-tahun menikah ia tidak pernah mencintai suaminya. Daisy pernah mencintai Tom, dan dia juga mencintai Gatsby. Sebuah pengkuan yang membuat Gatsby tersulut emosi.

".... Orang orang zaman sekarang mulai menganggap rendah kehidupan perkawinan dan keluarga. Berikutnya, mereka akan melupakan semuanya, dan melakukan pernikahan campuran antara orang orang kulit hitam dan putih." - Tom Buchanan.

Setelah pengkuan itu Gatsby pergi bersama Daisy dengan mengendarai mobil mewah. Sialnya, mobil itu menabrak seseorang dan meninggal. 

Berita tersebar di mana-mana. Gatsby dituduh sengaja menabrak perempuan yang menjalin hubungan gelap dengannya agar tidak ketahuan oleh suami perempuan tersebut. Hingga saat-saat terakhir sebelum ditembak, semua kesalahan diarahkan kepada Gatsby. Daisy tak menghadiri pemakaman Gatsby, bahkan semua orang yang pernah menikmati pestanya tidak ada yang datang ke pemakamannya. Saat itu hanya Nick yang berada di samping Gatsby, dan hanya Nick yang tau, bahwa pada malam itu yang mengendari mobil adalah Daisy. 

Semenjak peristiwa itu, Nick Carraway merasa muak melihat perilaku orang-orang. Khususnya di wilayah West Egg, Amerika. 

Pembahasan

Scott menulis buku ini dalam ketenarannya sebagai sastrawan. Setelah berjuang dalam perang dunia ke 1, Scott memutuskan untuk pergi dari dunia militer dan menjadi seorang penulis. Buku pertamanya, yakni This Side of Paradise (1920) telah membuat nama Scott melambung tinggi. Selama hidupnya, Scott telah menulis 4 buah novel, The Great Gatsby menjadi novel ketiga yang tidak terlalu berhasil dalam komersialnya. Namun, setelah Scoot meninggal dunia, The Great Gatsby mendapatkan kritikan yang bagus dan terkenal hingga sekarang. The Great Gatsby juga telah di filmkan pada tahun 1974 dan dirombak lagi pada tahun 2013. 

Sayangnya, kehidupan Scott tidak berjalan mulus sesaat setelah dia menikmati kehidupannya sebagai penulis terkenal. Pada tahun 1929 Amerika mengalami Depresi Hebat, membuat Scott merasakan dampaknya dan harus berjuang demi finansial.

     

Depresi Hebat atau Great Depression adalah masa kelam Amerika Serikat dimana semua saham anjlok. Dalam novel The Great Gatsby telah digambarkan bagaimana kehidupan pada zaman itu, pesta mewah dan kehidupan glamor menjadi rutinitas masyarakat kalangan atas. Pada masa itu juga fasisme masih sangat kental. Terlihat pada ucapan Tom, "Berikutnya, mereka akan melupakan semuanya, dan melakukan pernikahan campuran antara orang orang kulit hitam dan putih."

Masa itu golongan kulit hitam dianggap golongan paling rendah, rasis ekstrim pernah terjadi di Amerika. 

Kejomplangan antara kaum buruh dan kaum atas juga sangat jauh. Depresi hebat terjadi ketika masyarakat kelas menengah sudah tidak ada lagi, terkikis oleh sistem kapitalis yang ekstrim. Sederhanya, kaum borjuis membutuhkan konsumen untuk bisa menghasilkan kekayaan. Semakin banyak konsumen, maka barang yang diproduksi pun semakin banyak dan keuntungan bisa didapatkan. Tetapi, ketika masyarakat sudah kehabisan uang, karena mereka diperas habis-habisan namun mendapat upah yang pas-pasan. Alhasil pengeluaran pun terbatas, hingga dibatas ekstrim mereka tak mampu membeli barang lagi.

Maka produksi pun mengalami kesulitan. Saham-saham merosot, ekonomi negara pun ikut merosot

Itulah mengapa The Great Gatsby mendapatkan banyak kritikan pada tahun-tahun setelah terbit. Sebab novel itu mampu membawa pembaca kembali ke masa-masa sesaat sebelum Drepresi Hebat itu terjadi. Disaat-saat ekonomi berputar sangat deras hanya pada kalangan atas. 

Pengalaman

Diawal, perlu sedikit menyesuaikan alur yang dimaksud oleh penulis. Meskipun ini adalah buku terjemahan, The Great Gatsby bisa mudah dicernah oleh pembaca. Dengan alur maju yang tidak membingungkan, serta plot cerita yang seru dan mendebarkan, pembaca tidak akan merasa bosan. Buku ini akan cocok dibaca untuk pembaca sekitar usia 17 tahun ke atas. Meskipun kalimatmya masih tergolong mudah dipahami, bagi anak muda Indonesia yang jarang membaca buku, The Great Gatsby mungkin tidak disarankan menjadi buku pertama yang dibaca, sebab akan susah dalam memahami.

Secara keseluruhan, buku ini menyimpan sejarah di dalamnya. Di mana akan seru jika dibahas bersama teman, sahabat, dan keluarga terdekat. Namun dengan garis bawah, jika teman, sahabat, dan keluarga anda menyukai topik sejarah, politik, ekonomi, dan sosial. Namun jika tidak, mungkin cukup ajak membahas pada sisi asmaranya saja.





Gili Anyar, kontrakan ibu Haji Maiyah, Madura. 
November 2024
N. Anisa


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Takdir dan Free Will

Antara takdir dan free will (kehendak bebas) manusia. Saya sering bergelut tentang pembahasan takdir dan kehendak. Kadang sulit membedakan mana yang bisa saya ubah atau yang memang ini adalah takdir saya. Mungkin hal ini tidak hanya saya saja yang merasakan, barangkali anda juga. Maka hari ini, saya ingin membuang sampah dari hasil penangkapan saya saat sesi sinau dewe yang saya buat. Entah anda setuju dengan hal ini atau tidak, cukup anda baca saja. Ketika saya mendengar diskusi yang dilakukan oleh mas Sabrang, dalam hati saya berkata, “kok bener” tentang penjabaran yang dijelaskan. Jadi bisa dibilang, saya juga turut menjiplak dari apa yang disampaikan oleh beliau. Tentang takdir dan free will . Apa yang membedakannya? Apa gunanya free will jika takdir manusia sudah ditentukan oleh Tuhan bahkan sejak sebelum kelahirannya di dunia? Ini mungkin akan terdengar sederhana, bahwa takdir adalah ketentuan yang diberikan Tuhan dan tidak bisa dirubah oleh manusia. Jika anda terlah...

Nada Sumbang

  Tulisan ini akan saya buka dengan kalimat orang lain. Semakin kau mengenalku, maka semakin banyak kekuranganku yang kau lihat. Oleh sebab itu turunkanlah ekspektasimu tentang diriku. Aku hanya ragu saat kau melihatku, justru kau akan berkata, "kenapa kau begitu?", memangnya kau berharap aku ini apa? Aku tidak sebaik seperti apa yang kau ucapkan, tapi aku juga tidak seburuk apa yang terlintas dihatimu. (Ali bin Abi Thalib) Saya hanya ingin mengabadikan tulisan itu, karena memang cocok diingat juga dibaca lagi dan lagi. Bahkan meskipun saya tidak tahu akan membahas topik apa yang berhubungan. Tapi ya sudahlah, mari ditulis dulu saja. Saya pernah mendengar ucapan dari salah seorang yang cukup saya amini perkataan dan akhlaknya. Kalau kita sekarang ini sedang melakukan perjalanan panjang layaknya lari maraton, semenjak dari kandungan hingga nanti bertemu kembali dengan Tuhan Maha Esa. Selayaknya melakukan maraton, kita harus tau bagaimana mengatur irama, tempo, strategi, agar t...

Logoterapi

Was Du erlebst, kann keine Macht der Welt Dir rauben (Tidak ada satu kekuatan pun di bumi ini yang bisa merampas darimu pengalaman hidup yang sudah kamu jalani). Pada tahun 1942, Viktor E. Frankl ditangkap dan dimasukkan ke dalam kamp konsentrasi Nazi. Sebuah penangkapan massal yang dikenal karena peristiwa genosidanya terhadap jutaan kaum Yahudi di Jerman. Sebelum ditangkap, Viktor sebelumnya adalah seorang Psikiater dari Wina, ia kemudian menerbitkan buku “Man’s Search For Meaning” untuk pertama kali pada 1946 dengan nama anonim setelah terbebas dari kamp. Di dalam bukunya, “Man’s Search For Meaning” Viktor membahas tentang teori logoterapi yang dia ciptakan sendiri. Sebuah kata yang diambil dari Bahasa Yunani yakni logos, yang berarti “makna”. Sesuai dengan artinya, logoterapis memusatkan pada pencarian makna hidup manusia. Hal itu juga berdasarkan pengalaman nyata yang dia alami selama dalam masa tahanan Nazi. Di mana Viktor membaginya dalam tiga tahapan. Pertama saat jiwan...