Saya pernah membaca tentang keistimewaan malam ini melalui postingan orang random di ponsel sewaktu SMP. Saat itu, saya berpikir betapa menguntungkannya benefit yang didapat di malam ini jika melakukan ibadah. Alhasil, tentu saya tidak mau terlewat. Kapan lagi bisa mendapat benefit besar hanya dalam waktu beberapa malam saja. Tolong jangan hakimi niat saya pada saat itu, karena terbukti bermanfaat membuat saya rajin dadakan dalam ibadah. Akan tetapi itu dulu, kenyataannya manusia selalu berubah-ubah bahkan pada keyakinannya sendiri.
Malam ini, saat saya melihat bulan, akal saya menerawang jauh ke dimensi waktu yang lain (maaf agak lebai). Seketika bayangan serangkaian peristiwa muncul di angan-angan. Ada banyak sekali, saya bahkan tidak sanggup menjelaskan dan mengurutkannya satu-persatu. Terkadang semua itu bisa membuat saya murung semalaman, tak ingin bicara dan keluar.
Kalau anda penasaran dan ingin mencoba galau bersama bulan, akan saya beri sedikit tips nyeleneh ini. Pertama, tataplah bulan ketika malam Nifsu Syaban atau malam-malam lain ketika anda ingin muhasabah diri. Ini harus dilakukan malam hari karena bulan hanya muncul di waktu malam. Kemudian, tatap bulan selama mungkin anda bisa. Gunakan perasaan mendalam hingga anda merasa bahwa bulan itu bicara dengan cara yang ingin anda dengar. Ini memerlukan ketenangan hati dan kefokusan. Jika anda berhasil, maka atas ijin Tuhan anda bisa melihat apa yang belum pernah anda lihat.
Perlu digaris bawahi kalau pengalaman setiap orang akan berbeda-beda. Jika ingin mencobanya pastikan anda sadar terlebih dahulu kalau tips nyeleneh ini ditulis oleh orang yang gabut malam-malam di kafe Cuan.
Oke, balik lagi ke topik awal.
Sekarang saat saya baca benefit malam Nifsu Syaban, sudah tidak ada lagi gairah pada semua tawaran. Entah mungkin karena iman saya yang semakin melemah atau pikiran saya yang sudah berubah. Entahlah.
Saat ini ketika membaca semua benefit itu justru timbul banyak sekali pertanyaan. Saya ragu, dan sedikit gelo, sambil berpikir apa jangan-jangan semua yang tergopoh-gopoh melakukan ibadah hanya agar bisa mendapat apa yang mereka minta kayak saya dulu. Mereka datang karena ada maunya. Opo Gusti Alloh gak gelo? Umatnya datang hanya saat-saat menguntungkan.
Saya saja sedih kalau ada orang yang datang cuma kalau ada maunya.
Tapi ya, Gusti Alloh itu jauh lebih Pemurah dibanding saya.
Dan dulu saya juga kayak gitu.
13 Februari 2025
Kafe Cuan
Komentar
Posting Komentar