Langsung ke konten utama

Postingan

Pagelaran

  Puisi Pagelaran Maka di saat-saat seperti ini, apa sebenarnya yang diharapkan? Kesadaran bahwa pagi selalu datang, menyosong malam? Nyatanya dunia telah berputar, perubahan datang bersamaan Orang-orang datang bergantian, berdesak memaksa ruang Bisa jadi kesadaran memang benar rupa tantangan Tak heran pagelaran mesti diadakan Setiap malam Sendirian. Kesombongan Yang kontras saling bertabrakan; lalu perlahan memberikan pelajaran Katanya, Ia tak suka pada kesombongan, apapun warna rupa Bahkan pada bunga-bungan di taman yang mengaku paling indah, meski benar adanya Atau pada kepandaian segerombolan serigala yang senantiasa menjaga zona mereka Atau juga pada keberanian yang tak bisa dimiliki oleh semua orang Tetap saja, bagi-Nya kesombongan ialah begitu adanya Datang dengan lembut, lalu menyeruak sampai ke luar. 
Postingan terbaru

Klasik

  Di luar kamar hujan turun sangat deras. Saking derasnya butiran besar air jatuh dari sela plafon atap kamar yang telah usang, membikin kasur saya basah. Sepertinya malam ini akan menjadi malam yang panjang. Saya akan tidur dengan keramaian hujan, dan meringkuk di bagian kasus yang tidak terkena tetesan  air. Akan tetapi, tulisan ini saya buat bukan untuk meluapkan keluh kesah tentang plafon kamar yang tiba-tiba bocor. Beberapa menit yang lalu saya baru saja selesai menonton video perbincangan tiga orang dewasa yang topiknya cukup menarik bagi saya. Judul videonya lumayan panjang di YouTube, saya malas mencari tau, mungkin jika anda tidak sengaja menonton video yang mirip dengan topik yang sedang saya tulis. Maka kemungkinan besar video itulah yang sudah saya tonton. Mereka membahas tentang masa klasik and lost of identity. Masa klasik di sini bukan dimaksudkan peradaban yang ada pada negara barat, melainnya masa klasik peradaban yang ada di pulau Jawa. Jika diibaratkan ...

Kembali ke Perjalanan

Semua yang seperjalanan adalah kawan. Perjalanan.      Kata menggiurkan yang selalu ingin di dengar oleh para petualang. Bagi banyak orang, apalagi di tengah manusia modern sekarang. Perjalanan seringkali dibayangkan dengan menaiki pesawat terbang, mobil hitam, kapal pesiar, atau berbagai jenis kendaraan penggugah kenyamanan. Semakin nyaman maka akan semakin berkesan. Namun bagi jenis manusia lain, perjalanan sesungguhnya bukan sekedar mencapai tempat tujuan atau jenis kendaraan yang ditunggangi, melainkan menikmati setiap langkah, memperlambat pandangan, membaca manusia, menghadapi kelelahan demi kelelahan.  Kalau kata Agustinus, perjalanan bukan tentang kaum masokis yang merasa senang dengan menyiksa diri, atau tentang keberanian Marco Polo yang melintasi Eropa menuju Asia. Perjalanan sendiri adalah pembuktian kesabaran.       Bayangkan saat anda dipaksa melakukan perjalanan seharian padahal bisa ditempuh hanya dalam waktu satu jam. Terik mataha...

Si Parasit Lajang - Ulasan

Beliau perempuan bebas dan berani melakukan apa yang ada dalam pikirannya. Sedangkan saya? ah,  masih amatiran, jadi tidak berani. Buku ini sudah lama masuk dalam jajaran bacaan yang ingin segera saya tamatkan. Saya masih ingat betul ketika pertama kali membaca buku Cerita Cinta Enrico dengan penulis yang sama, namun dengan usia yang masih belia. Bayangkan saja, bocah SMP yang hanya iseng ingin membaca buku di perpustakaan, tak sengaja meminjam buku karya Ayu Utami yang memiliki ciri khas feminis dan penggemar film biru. Saya sudah merasa buku itu terlalu vulgar, tapi entah kenapa, rasa penasaran dari pemikiran yang dituangkan Ayu Utami membuat saya terus ingin melanjutkan membaca. Sekarang, bertahun-tahun setelahnya, ketika saya membaca Si Parasit Lajang. Barangkali ini masa yang tepat, sehingga saya mampu memaknai dengan pikiran yang lebih terbuka. Maka seperti yang mungkin sudah anda tau, Si Parasit Lajang berisi esai milik Ayu Utami yang menjelaskan mengapa dia tidak ingin meni...

Monolog - William Shakespeare

  Nama legenda dramawan asal Inggris, Willian Shakespeare pasti sudah sering anda dengar. Apalagi karya-karyanya. Sebut saja drama yang paling terkenal, Romeo dan Juliet. Sajak ini saya ambil dari salah satu monolog di drama yang berjudul As You Like It.   All the world's a stage, And all the men and women merely players; They have their exits and their entrances, And one man in his time plays many parts, His acts being seven ages. At first, the infant, Mewling and puking in the nurse's arms. Then the whining schoolboy, with his satchel And shining morning face, creeping like snail Unwillingly to school. And then the lover, Sighing like furnace, with a woeful ballad Made to his mistress' eyebrow. Then a soldier, Full of strange oaths and bearded like the pard, Jealous in honor, sudden and quick in quarrel, Seeking the bubble reputation Even in the cannon's mouth. And then the justice, In fair round belly with good capon lined, With eyes severe and beard of formal cut, ...

Cerpen - Wulan Kini Hilang

  Akan ku ceritakan apa yang kudengar. Tapi kau akan menuduhku dusta, karena tuli. Mesti berapa kali kukatakan bahwa aku bisa mendengar walau tak punya telinga. Aku dapat mendengar dedaunan saling bergesek bersamaan sehingga mencipta melodi polifonik. Aku bisa mendengar suara burung yang saling sapa, gemuruh langit sebelum hujan tiba, bahkan nyanyian pilu burung hantu tengah malam yang sedang dilanda nestapa. Terkadang, aku mendengar kidung merdu tiba-tiba saat sedang sendirian. Sebuah melodi indah yang membuat tubuhku bergerak sesuai dengan irama. Saat itu tiba, kurasakan tubuhku seakan menari-nari di atas awan, terasa begitu ringan.  Maka akan kuceritakan apa yang kudengar.  Malam itu kulihat dia duduk di tempat yang sama, kursi kayu dari pohon bambu. Mirip malam-malam sebelumnya, perempuan itu duduk dengan putung rokok di sela jari. Bibir merah darah, pakaian terbuka yang menonjolkan buah dada dan paha. Tahi lalat di leher, serta bekas luka bakar di betis sebelah kanan...

Entitas

  Sebagai anak polos dan positive vibes (jare kancaku), dulu saya menilai kalau hanya ada orang baik dan buruk. Maka dari itulah saya rasa mengapa bapak cukup serius membatasi cara saya bersosial di lingkungan luar agar terhindar dari orang-orang buruk. Kalau kata dosen yang mengaku bisa membaca karakter orang dari tulisan tangan, saya ini termasuk orang yang lempeng – hidupnya lurus-lurus saja. Tidak menarik dan tertarik dengan dunia luar yang pada kenyataannya memang tidak menarik. Bagi saya. Hingga pada suatu masa yang tidak pernah di sangka-sangka, saya bertemu dengan entitas baru yang sangat menarik untuk dipahami. Suatu entitas abstrak yang menggabungkan antara baik – buruk, benar – salah, bodoh – pintar, bahagia – menderita, dan segala macam antonim lainnya. Mereka bertemu dalam satu garis vertikal, horizontal, zig-zag, kubah, dan segala macam garis yang menjadikannya paradoks. Entitas aneh ini sering membuat saya sibuk sendiri, mumet, kadang kuwalahan menangani. Melalu...