Nabi Adam turun ke Bumi untuk menjadi Khalifah bagi makhluk yang ada di dalamnya. Lalu kemudian para keturunannya mulai belajar adaptasi, membangun kelompok-kelompok kecil hingga kemudian menjadi sebuah golongan besar. Golongan itu terpecah-pecah menjadi berbagai etnis, agama, budaya, dan wilayah. Sebagian mereka mengaku memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari yang lain. Setiap wilayah kemudian memiliki paradigma sendiri yang diukur dari komposisi sejarah, budaya, etnis, dan agama, lalu menentukan golongan mana yang harus di hormati, dipertahankan, dan dibantai. Seringkali mereka yang dibuang adalah manusia-manusia yang tersisihkan oleh perkembangan zaman, atau lahir dalam sejarah yang tak diharapkan. Bagaimana bisa manusia memberi label pada spesiesnya sendiri tentang suatu tingkatan sosial yang berbeda. Dari perspektif manakah penilaian itu diukur? Saya rasa masyarakat Rohingya hanya menginginkan pengakuan bahwa mereka juga adalah makluk Tuhan yang diut...